Halaman

❤Detik Detik Indah Dalam Hidupku❤

Rabu, 9 September 2009

Hukum memberi & menerima (karya Blog Somo) artikal pilihan etuza






SEDEKAH PANGKAL KAYA

Sedekah pangkal kaya
Hukum memberi dan menerima
Kehidupan hanyalah panggung sandiwara, yang mana semuanya itu sudah ada yang menjalankan, kalua manusia menjadi tokoh atau peran didalam permainan itu, maka banyak konsekwensi yang harus diterima.
Ada sebuah hukum di dalam permainan dunia yaitu hukum memberi dan menerima (law of giving receiving) dengan penjelasan sebagi berikut:


1.HIDUP INI TIDAK DISADARI AKAN MELAKUKAN TRANSAKSI MEMBERI DAN M ENERIMA
Energi alam menuntut memberi dan menerima harus berjalan lurus. manusia memberi sesuatu kepada alam, maka alam akan sebaliknya akan memberi kepada manusia. Hukum ini berlaku untuk semua makluk, baik benda mati atau hidup. Anda pasti belum percaya kalau anda belum merenungi hal-hal dibawah ini:

Pada saat manusia bersedia memberikan perhatian kepada alam dengan yang paling kecil saja seperti menata tanaman, membuang sampah pada tempatnya, menanam tumbuhan maka alam akan balik memberikan perhatiannya pada manusia dengan udara yang bersih dan suasana yang nyaman.
Kita akan melihat ketika manusia memberikan sampah pada selokan, maka selokan akan balik memberikan kiriman banjir kanal(fakta atau tidak).
Kalau manusia memberikan perhatian sama burung dan menjaga merawatnya maka burung akan balik memberikan keindahan suara yang memiliki nilai nominal yang menggiurkan.
Kalau manusia mau merawat kendaraanya, maka motor akan memberikan tumpangan yang menyenangkan.
Jika manusia suka makan ayam, maka lihatlah bagaimana ayam pun tidaka kan bersahabat dengan manusia.
Jika manusia mau teratur meletakkan makan pada tempatnya maka semut pun aka menghormatinya dengan tidak makan disembarang tempat.
Kita sebagai makhluk yang dikaruniai akal mengapa tidak, kita harus busa merenungkannya.


2. UNTUK MENJAGA KELARASAN HIDUP MANUSIA HARUS BERSEDIA MELAKUKAN AKTIVITAS “MEMBERI”

Istilah memberi sangat ditakuti bagi makhluk yang mempunyai sifat sok perhitunga, apa-apa dihitung. Padahal “memberi” berarti menjaga energi alam untuk dapat tetap mengalir atau memberi peluang energi potensial untuk dapat berkembang. Apabila darah berhenti mengalir maka manusia akna menjadi lemah. Jika benih ditanam berarti diberi kesempatan mengembangka potensinya, sehingga mampu
Memberikan hasilyang luar biasa. Kata “kekayaan” (affluence) berasala dari kata dasar “affluare” yang berarti mengalir. Kata affluence berarti mengalir secara melimpah”.
Uang adalah simbol dari energi kehidupan yang kita tukarkan dan energi yang kita gunakan sebagi hasil jasa yang kita berikan pada semesta. Kata lain dari uang money adalah currency yang juga merefleksikan sifat aliran energi. Ini berarti jika kita menghentikan aliran uang, jika enggan memberikan sedekah, zakat atau menimbunya ini berarti kita telah menghentika sirkulasi balik dalam kehidupan kita.
Seperti kita menghentikan air mengalir, maka genangan air yang terlalu lama akan menjdi sarang pemyakit dan membahayakan lingkungan sekitarnya. Harta yang dihentikan alirannya tidak akan pernah orange menjadi kaya, justru akan menimbulkan banyak penyakit jiwa seperti bertambah serakah, kejam dll. Dan balikan alam yang menghentika aliran uang, diibaratkan tanggul yang membatasi aliran air akan mendapat tekanan air untuk dapat mengalir. Uang yang ada ditanggul aka berusaha keluar atau dikeluarkan dengan paksa, sehingga dalam fenomena sosial dapat kita saksikan bahwa mereka yang kikir akan menjadi sasaran perampok, penjahat, pencuri. Dalam kasus ini penjahat ini akam mendapat sebutan “pendekar” yang tetap menjaga energi alam “uang” tetap mengalir.

3. HIDUP TIDAK PERNAH GRATIS, SIAPA YANG “MEMBERI” PASTI “MENERIMA” DAN SEBALIKNYA.

Ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri oleh setiap orange, yang memberi baik akan menerima baik, yang memberi buruk akan menerima buruk. Dan yang tidak memberi tidak akan menerima. Siapun orangnya yang ingin menerima senyum, maka berilah senyum, jangan berharap dapat senyum jika tidak berinisiatif memberi senyum. Mereka yang cemberut tidak akan mendapat sesuatu kecuali wajah cemberut orange lain.
MATEMATIKA SEDEKAH
Didalam Al-quran telah ditegaskan bebrapa hukum MEMBERI
Barang siapa yang melakukan satu kebaikan maka akan diberikan kepadanya sepuluh pahala kebaikan
Barang siapa yang menginfakan hartanya dijalan Allah, diibaratkan seseorang yang menanam satu biji. Dari biji akan tumbuh menjadi tanaman yang bercabang tujuh. Dan pada setiap cabang akan menghasilkan buah sebanyak 100 buah. (Al Baqoroh : 26)
Pada akhir ayat tersebut, Allah menegasklan bahwa balasan dari sedekah adalah akan dilipatgandakan dalam jumlah yang tak terbatas.

Hukum yang sangat menonjol dari sedekah adalah blasannya kan dilipatgandakan pengen bukti :
1.ketika kita mengucap satu salam 1 kali dihadapan 100 jamaah, maka pada saat itu juga kita dapat balsan sebanyak 100 salam.
2.ketika kita melempar satu biji ketanah, maka dalam rentang waktu tertentu alam akan memberi balasan satu ponon yang akan menghasilkan banyak buah dan biji.
3.kalau kita melampar segenggam biji ketanah, alam akan membalas dengan memberi kita satu kebun yang terdiri dari banyak tumbuhan yang menghasilkan ribuan biji.

Shodaqoh membawa berkah

Salah satu amal shalih yang sangat dianjurkan sebagai ibadah utama di bulan Ramadhan ialah bersedekah. Tapi tentu saja, sebagaimana berakhlaq mulia, bersedekah juga semestinya tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan, melainkan selamanya.

Sedekah merupakan bagian dari upaya tadzkiyyatun nafs, membersihkan pribadi, baik lahir maupun batin. Jika hati bersih, rahmat Allah SWT mudah menghampiri. Sebab, Allah itu suci, hanya berdekatan dengan yang serba suci.

Dalam Al-Quran, sedekah disebutkan sebagai salah satu ibadah yang utama. Bahkan dalam kitab suci itu kalimat perintah Allah untuk bersedekah menggunakan huruf waw ‘athaf, yang biasa digunakan sebagai kata-kata sumpah. Misalnya, Wallahi, demi Allah. Dengan demikian, sedekah merupakan perintah yang sangat mengikat dan sangat penting.

Begitu pentingnya sedekah, sehingga dalam Al-Quran terdapat banyak perintah mengenai amalan utama itu. Misalnya dalam surah Ibrahim ayat 31, “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual-beli dan persahabatan.”

Konsep sedekah sesungguhnya tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian materi. Sebab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Setiap amal yang baik adalah sedekah.” Maka, sedekah sesungguhnya identik dengan amal kebajikan. Bahkan, sabda Rasulullah SAW lagi, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”

Mengapa sedekah sangat dianjurkan? Barangkali karena sifat alamiah manusia yang memang sangat sulit berbagi, apalagi menjadi dermawan. Lho, mengapa enggan memberi? Karena sebagian orang berpikir bahwa, dengan memberi, harta miliknya akan berkurang. Atau, barangkali mereka berpikir, jangankan untuk orang lain, untuk diri sendiri saja masih kurang.

Itu sebabnya banyak orang berpikir, sebaiknya menunggu sampai harta cukup dulu, baru kemudian bersedekah. Padahal, dalam praktek, harta yang dikumpulkan itu malah tidak pernah cukup, selalu saja kurang, sehingga sedekah pun tertunda.

Dalam masyarakat, banyak kita jumpai orang yang hidupnya telah mapan, bahkan kaya raya, tapi tetap saja kikir, pelit, bakhil. Bahkan semakin kaya semakin bakhil, sehingga semakin hari semakin merasa kurang saja. Karena merasa selalu kekurangan, ia pun enggan bersedekah. Padahal, menurut Al-Quran, kalau kita ingin dicukupkan rezeki oleh Allah SWT, haruslah bersedia berbagi.

SEDEKAH…. YANG PENTING BANYAK
Ini adalah pernyataan kuno yang selaludi pegang oleh orang-orang yang pelit
“BERAPUN JUMLAH YANG DIBERIKAN
ATAUSEDEKAH YANG PENTING IKHLAS”

AKIBATNYA :

Sedekah yang diperhatikan adalah keikhlasannya. Padahal manusia sendiri pada dasarnya begitu mencintai miliknya. Manusia sulit ikhlas untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, kecualin sesuatu itu tidak berarti baginya. Manusia merasa ikhlas apabila yang diberikan hanya sedikit dari yang sebenarnya ia memiliki. Pada hitungan ekonomi, etika sedekah seperti ini sering tidak menyelesaikan masalah umat.
Seperti kasus membanguin masjid atau mengentaskan fakir miskin. Masalah-masalah itu akan cepat terselesaikan jika sedekah yang diberikan BANYAK, tanpa harus berfikir ikhlas atau tidak.

PERTANYAAN :

Kalau kita menjadi panitia pembangunan masjid datang dua penyumbang:
Penyumbang pertama : “pak panitia, saya sudah lama berniat menyumbang pembangunan masjid. Saya tidak ingin ibadah saya diketahui oleh orang lain, ini
Pak saya nyumbang Rp. 10.000. tidak usah dicatat karena saya benar-benar ikhlas.”

Penyumbang kedua : “pak panitia, saya ingin ikut membantu pembangunan masjid ini, tapi saya terus terang, bahwa saya membantu ini tidak ikhlas, karena saya nyumbang sangat banyak sejumlah Rp 10.000.000/ tolong ditulis ya pak, saya ingin semua orang tahu”

“PENYUMBANG MANAKAH YANG ANDA NILAI DAPAT SEGERA MENYELESAIKAN MASALAH”

Secara sederhana ada dua aspek yang perlu diposisikan secara benar berkaitan dengan sedekah, yaitu (1). banyaknya uang yang disedekahkan dan (2). Ikhlasnya hati dari uang yang bersedekah. Dan kalu kita berbicara secara jujur dan profesionaal, yang berhubungan langsung dengan kepanitiaan masjid adalah aspek pertama, yaitu banyaknya sedekah. Mengenai ikhlas atau tidaknya itu urusan “Allah”

@IKHLAS ITU LAHIR DARI TIDAK IKHLAS YANG DILAKUKAN TERUS MENERUS@

LEBIH BAIK SEDEKAH BANYAK TAPI IKHLAS
DARI PADA
SEDEKAH SEDIKIT MESKIPUN IKHLAS

UJI NYALI SEDEKAH

Ada sebuah kaidah yang perlu dipegang oleh setiap manusia dalam hal keimanannya yaitu

TIDAKLAH BIJAK ATAU LANGSUNG MENERIMA ATAU MENOLAK KEBENARAN DARI SEBUAH KEJADIAN YANG DIALAMI SEORANG YANG BERIMAN. YANG TERJADI ITU BISA JADI AYAT ATAU BUKTI UNTUK DI PAHAMI

NAMUN YANG TERPENTING UNTUK INSAN KAMIL, TIDAK CUKUP BAGINYA HANYA MELIHAT BUKTI, KARENA IA SENDIRI INGIN MENJADI BUKTI.

TIDAK CUKUP BAGI SESEORANG YANG BERIMAN HANYA MEMBACA AYAT, KARENA IA SENDIRI YANG AKAN MENJADI AYAT

BERIKUT INI ADA PERMAINAN

Permainan pertama
Ketika kita sholat jumat, dihadapan kita ada sebuah kotak jariah atau saat kita di pasar ada petugas Allah “peminta-minta”, maka cobalah anda ambil uang dari dompet anda, dan langsung dimasukan ke kotak amal atau diberikan kepada peminta yang ada dihadapan kita.
Aturan mainnya
sebelum melakukan permainan ini, anda tidak boleh mengatur uang yang ada didompet anda, anda tidak boleh mengurutkan uang anda atau menyeleksinya. Masukkan uang anda dari yang terkecil sampai terbesar apa adanya.
Jangan memilih berapa uang yang anda ambil dari dompet anda.
Jangan melihat berapa uang yang akan anda ambil dari dompet anda.
Anda harus langsung memberikan tanpa harus menimbang-nimbang lagi.
Anda boleh melihat uang yang anda sedekahkan itu ketika uang sudah 80% masuk kedalam kotak atau uang itu sudah digenggam oleh si peminta
Anda tidak boleh meminta kembali dari uang yang anda berikan.


CATATAN

Jika anda sedekah uang Rp 10.000 dan anda merasa tenang. Maka sebaiknya ulangi lagi pada minggu berikutnya, dengan syarat didompet anda tidak boleh ada uang Rp 10.000 ke bawah, tapi harus Rp 20.000 keatas, lakukanlah permainan ini sepeti langkah yang pertama
Jika dengan uang Rp 20.000 anda tetap tenang pada minggu berikutnya harus diatas Rp 20.000.lkaukan secara terus menerus sampai anda merasa berat, misal anda menarik uang Rp 50.000 , setelah itu anda merasa menyesal yang sangat. Maka berhentilah karena secara sederhana sudah diketahui tingkat keikhlasan anda dalam sedekah.
Kalu dimasukan dalam rumus matematika jodoh, maka uang itu akan dikalikan 700x lipat, sehingga jika kita merasa ikhlas dengan Rp 50.000, dapat dikatakan rejeki kita yang disediakan oleh Allah adala 50.000 x 700 =35.000.000 itulah jaminan rejeki yang sewaktu-waktu dapat kita cairkan dari “Brankas Allah”. Jika kita tidak mempunyai batas keikhlasan banyaknya sedekah anda yang bersifat ikhlas kepada jalan Allah, maka otomatis, Allah pun akan memberikan jamina jumlah rejeki yang terbatas bagi kita,


EMPAT KEUTAMAAN

Sedemikian penting dan utamanya bersedekah, sehingga kita dianjurkan menunaikannya sebagai inisiatif, bukan atas permintaan. Sangat utama ditunaikan di depan, bukan setelah ada sisa dari suatu harta. Juga jangan diberikan setelah melaksanakan suatu perbuatan, karena hal itu bukan sedekah, melainkan syukuran.


Jika sedekah disampaikan di depan, sebagai inisiatif, akan “mengundang” kekuasaan Allah, yang berjanji melipatgandakan “pengganti” sedekah sampai 700 kali. Simak surah Al-Baqarah ayat 261, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah itu, (sedekah-Nya) serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, setiap bulir (terdapat) seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.”


Yakin bahwa Allah tak mungkin ingkar janji, seorang sufi menjadi sangat dermawan. Dan justru karena sangat dermawan itulah ia tak pernah kekurangan, bahkan sahabatnya semakin bertambah dan ia semakin dicintai orang. Ada pula ulama yang, karena sedang sangat membutuhkan dana, malah memperbanyak bersedekah. Dan hasilnya, Allah melipatgandakan pengganti sedekah yang telah ia keluarkan.



Bagi seorang mukmin, hidup di dunia merupakan kesempatan yang baik untuk bersedekah, sebagai upaya untuk membangun solidaritas antarmanusia. Sebuah prinsip yang kelihatannya sangat sederhana dan “aneh”: mumpung masih hidup, kita harus bersedekah. Lho, mengapa? Sebab, firman Allah, di hari kiamat kelak tak seorang pun yang bersedia menerima sedekah lagi. Sebab, semua orang terlalu sibuk degan urusan masing-masing.


Apa sebenarnya keutamaan sedekah? Menurut Rasulullah SAW, ada empat keutamaan. Pertama, sedekah justru mengundang rezeki. Semakin banyak bersedekah, semakin banyak rezeki melimpah. “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan bertambah”, sabda Rasulullah.


Kedua, sedekah bisa menyembuhkan penyakit. Karena sedekah dapat membersihkan hati dan pikiran, dampaknya secara psikologis dapat pula membantu penyembuhan, berkat ridha Allah SWT. Selain itu, Allah menjanjikan melipatgandakan ganjaran sedekah hingga 700 kali lipat. Dengan bersedekah Rp.100.000,- misalnya, bukan tak mungkin akan kembali Rp.70.000.000. Dan dengan uang itulah si sakit membiayi proses penyembuhannya.


Ketiga, sedekah dapat menolak bala, menahan musibah, menghilangkan kesulitan. Sabda Rasulullah, “Jika seseorang ingin dihilangkan kesulitannya, diringankan bebannya, ditolong atas semua permasalahannya, dia harus membantu mereka yang lebih susah, lebih menderita, lebih bermasalah. Dan bersedekah merupakan upaya terbaik untuk membantu orang lain.” Sabda Rasulullah SAW lagi, “Bersegeralah bersedekah. Sebab, musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah.”


Keempat, sedekah dapat memanjangkan umur. Dengan bersedekah, kehidupan kita akan dipenuhi kebajikan. Selalu tumbuh kepuasan batin dan merasa lebih berbahagia, karena dapat membantu orang lain, dan semakin dicintai para sahabat. Dengan kebajikan, hidup menjadi lebih berkualitas.



Menurut Imam Ghazali, jika orang sudah benar-benar menyadari akan jadi dirinya, tahu perannya sebagai makhluk sosial, dialah muslim yang baik. Dan muslim yang baik ialah mereka yang gemar bersedekah. Cukup banyak kisah tentag muslim yang baik, yang gemar bersedekah, yang kemudian hidupnya berubah. Misalnya, yang dikisahkan oleh Ustad Yusuf Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Wisata Hati di Bulak Santri, Ciledug, Tangerang.





ZUHUD ITU MILIK ORANG KAYA


INTI ZUHUD

Zuhud adalah suatu tingkah laku yang mana ketika seseorang berusaha menemui sang kholik dia terhalang oleh pandangan dunia, maka penghalang itu harus dihilangkan. Banyak orang awam menganggap bahwa Zuhud adalah ajaran yang membenci dunia, p[adahal secara fitrah manusia memerlukan dunia. Dunia dipandang sebagai sunber kotoran rohani, manusia tidak boleh terkotori oleh dunia, apalagi memiliki atau mencintai dunia.

Bagi para Zahid, dari mereka tidaklah m,ereka mengikat dunia dalam hati mereka, dari sini apabila manusia ti\dak dapat memahami realita dibalik realita maka ada dua kerugia manusia yaitu

1.Ketika manusia berhasil dalam ikhtiarnya, manusia akan cenderung :
a.SOMBONG, karena ia merasa semua yang ia dapatkan adal;ah hasil dari jerih payahnya secara murni

b.TIDAK BERSYUKUR, karena harta yang diperolehnya tidak atas bantuan siapapun termasuk Allah.

2.Ketika manusia gagal dalam usahanya, ia cenderung kecewa, bahkan menyalahkan orang lain, bahkan dirinya akan setres karena hitungan usahanya sebatas rumus matematika tidak mempertimbangkan FAKTOR X yang justru sangat dominan

Melihat dampak tersebut mestinya manusia harus membatasi keterikatannya dengan dunia. Apalgi menyadari misi hidupnya sebagai khalifah, manusia harus mengetahui. Siapa yang telah memberika SK kekhalifahannya dan atas tujuan apa manusia ditiurunkan.

CERITA

Dibawah ini adalah sebuah cerita sebagi dasar atau pangandaian kehidupan Zuhud

Seorang santri diperintahkan oleh kyai untuk mengisi penuh sebuah rungan kosong. Santri segera melaksanakan tugasnya itu dengan cara memasukan barang kedalam rungan itu, seperti Almari, Meja, Kursi, Tempat tidur dan sebaginya. Sehingga tidak ada barang satupun yang bisa masuk lagi. Lalu santri itu menghadap kyai melaporkan bahwa tugasnya sudahnya selesai, selanjutnya kyai itu mengontrol hasil kerja santrinya. Kyai itu mengatakan kepada santeri itu bahwa didalam lemari ada rungan kosong, di bawah meja ada laci kosong dengan kesimpulan bahwa santri itu gagal.

Kemudian kyai itu memerintahkan santri yang lain untuk melaksanakan tugasnya, santri kedua ini melakukan hal yang justru berlawanan dengna santri yang pertama, santri itu mengeluarka semua isi yang ada di ruangan tersebut, setelah itu santri itu mengambil lampu, ditaruh di ruangan itu dan menyalakanya, sehingga seluiruh rungan itu menjadi terang selanjutnya santri itu melaporkan tugasnya kepada kyai itu. Melihat hal tersebut
Terima Kasih Anda Selesai Membaca n3 Ini

0 Pesona Kata Hati Mereka: